Ponpes Al-Madani Lombok Gelar Wisuda Huffadzul Quran Ke-10

Gambar : TGH. Fauzan Zakaria Amin, Lc., M.Si selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani Lombok saat menyampaikan ceramahnya.

Lombok Timur, Almadani.id – Pondok Pesantren Al-Madani Lombok “Pusat Pembibitan Penghafal dan Pemangku Al-Quran” kembali menggelar Wisuda Huffadzul Quran yang ke-10 di lapangan asrama putri, Ahad (11/4).

Pesantren modern yang memiliki program unggulan Tahfidz Al-Quran itu mewisuda 23 santri yang terdiri dari 6 putra dan 17 putri dari berbagai jengjang (SMP, SMK dan Program Takhassus).

Karena masih wabah pandemic Covid-19, di tempat wisuda tampak tidak ada tamu kehormatan seperti biasanya, kecuali walisantri yang anaknya diwisuda hari ini. Namun tentunya dengan protokol kesehatan agar bisa masuk ke dalam ponpes.

TGH. Fauzan Zakaria, Lc., M.Si selaku Mudir’am menyampaikan bahwa anak-anak sebagai generasi muda harus mencintai Al-Quran dengan mempelajari, membaca dan menghafalkannya. Al-Quran adalah tiang agama, menjadi penghafal dan pemangku Al-Quran akan memberikan kebahagiaan untuk diri sendiri dan keluarga baik di dunia dan akhirat.

“Tidak hanya nama baik bapak/ibu di dunia yang di angkat oleh anak-anak kita, tapi juga keselamatan, nasib dimana harta, jabatan, jaringan yang begitu luas tak lagi berguna. Anak kita tiba-tiba datang memberikan pertolongan syafaat,” ungkapnya.

“Malaikat diperintahkan oleh Allah untuk memasangkan ia mahkota daripada cahaya, yang cahaya itu lebih terang dari cahaya matahari. Masukkan ia ke dalam Syurga dari jalur yang hamba-hamba lain tidak banyak yang masuk syurga melalui jalur itu,” lanjutnya.

“Pasti bangga gih? Punya anak-anak penghafal dan pemangku Al-Quran,” tanyanya kepada seluruh hadirin yang disambut meriah dan penuh hari daripada wali santri.

Sementara itu, Direktur Program Generasi Emas Al-Qurán (GEMA) TGH. Hudori Sahabuddin, Lc., M.Sy mengatakan, semua orang tua ingin memiliki anak yang saleh dan dan salehah. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, para orangtua harus berupaya sejak dini untuk mendekatkan anak-anak kepada agama.

“Kita dapat membentuk anak-anak yang sholeh dan sholehah dengan mendekatkan mereka kepada Allah SWT. Melalui cara mempelajari dan menghafalkan Al-Quran seperti yang kita sakisikan hari ini,” tegasnya.

Dari sekian santri yang diwisuda hari ini, tercatat mereka menyelesaikan setoran hafalan 30 juz Al-Quran mereka dari 1 tahun hingga yang tercepat hanya 2 bulan 6 hari saja. Hal tersebut bisa terjadi karena Ponpes Al-Madani memiliki sistem khusus agar program tahfidz bisa berjalan maksimal, informasi Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Madani Lombok bisa diakses melalui Psb.almadani.id

Kepada para wisudawan, dia mengharapkan mereka menjadi anak-anak yang dapat membanggakan orang tua dan negara serta menjadi anak yang unggul dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Ish)